Tampilkan postingan dengan label TRAVEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TRAVEL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2016

Libur Idul Adha, Penumpang Pesawat di Bandara Cengkareng Diprediksi Naik 12%

Libur Idul Adha, Penumpang Pesawat di Bandara Cengkareng Diprediksi Naik 12%
Jumat 09 Sep 2016


Sumber:http://www.detik.com/
NewsBreaking21-Lonjakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten diperkirakan akan terjadi bersamaan dengan adanya libur panjang (long weekend) Hari Raya Idul Adha 1437 H. Kenaikan diprediksi sekitar 10-12 persen.

"Total pergerakan penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta hari ini diperkirakan akan mencapai 138.989 penumpang dengan jumlah pergerakan pesawat sebanyak 947 pesawat," ujar Plt President Director PT Angkasa Pura II (Persero), Djoko Murjatmodjo dalam rilis AP II yang diterima Jumat (9/9/2016).

Diperkirakan lonjakan penumpang terjadi sejak Jumat (9/9) hingga Senin (12/9) mendatang. Sementara pada hari Sabtu (10/9) dan hari Minggu (11/9), pergerakan penumpang diperkirakan masih tinggi, masing-masing 131.619 penumpang dan 116.959 penumpang.

"Kami memperkirakan arus balik akan terjadi pada hari Senin sore hingga malam hari. Namun pada hari Senin, pergerakan penumpang sudah menurun hingga menjadi 111.302 penumpang dibandingkan hari Jumat (9/9)," tambah Djoko.

Menurut Djoko, tingginya pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan masih bergairahnya roda perekonomian di Indonesia. Salah satunya ditunjukkan oleh maskapai Sriwijaya Air yang telah mengajukan permohonan 'extra flight' untuk tujuan daerah wisata Bali dan Tanjung Karang yang masing-masing sebanyak dua extra flight.

Djoko mengatakan, PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai perusahaan negara yang mengelola 13 bandara di kawasan barat Indonesia telah siap mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut. PT AP II akan memberikan layanan yang optimal kepada pengunjung bandara.

"PT Angkasa Pura II (Persero) juga telah bekerja sama pemangku kepentingan lainnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan menempatkan 395 personel TNI untuk menjaga keamanan bandara," jelas Djoko.

"Khusus bagi penumpang Garuda Indonesia pada penerbangan domestik, PT Angkasa Pura II (Persero) mengimbau agar penjemputan penumpang pesawat dengan kendaraan pribadi yang tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat dilakukan di gedung parkir. Di gedung parkir tersebut juga tersedia lobby untuk penjemputan yang dapat langsung diakses oleh penumpang atau pengunjung bandara melalui Lantai 1 Terminal 3,"pungkasnya.

Kamis, 25 Agustus 2016

Diskon, Festival Kuliner, dan Musik, Paduan Apik di Lotte Shopping Avenue

Diskon, Festival Kuliner, dan Musik, Paduan Apik di Lotte Shopping Avenue
Kamis 25 Aug 2016


Sumber:http://www.detik.com/
NewsBreaking21-kembali menghadirkan porgram PAYDAY di Agustus ini. Dalam program tersebut, Lotte Shopping Avenue menawarkan banyak diskon, pertunjukan musik sampai festival kuliner yang tentunya diprediksi banyak menarik minat masyarakat.

Adapun promo-promo yang menarik di antaranya tambahan diskon 10% untuk beberapa item dan juga diskon, serta 10% cashback berupa Lotte gift voucher dengan minimum belanja mulai dari Rp2 juta, Rp5 juta dan Rp7 juta. Spesial untuk pemegang kartu BNI, Lotte gift voucher yang diberikan senilai Rp100 ribu dengan minimal transaksi Rp1 juta.

Sementara untuk promo Buy 1 Get 1, disediakan oleh beberapa tenant di Lotte Shopping Avenue. Sebut saja Sushi Tei, Pepper Lunch, Pizza Express, Guardian, Toys City dan masih banyak lagi.

Sambil berbelanja, Anda ditemani oleh band indie ternama, yakni PURE SATURDAY dan SORE yang terkenal dengan lagu-lagunya yang populer dan akan digelar di Main Atrium lantai GF pada Sabtu (27/08) dan Minggu (28/08).

Keseruan di Lotte Shopping Avenue makin komplit dengan adanya Jakarta Culinary Passport 2016 mulai 1 – 4 September di lantai LG. Mengambil tema "Around The World", Anda dapat merasakan sensasi kuliner di berbagai negara yang unik.

"Kami sangat senang karena customer Lotte Shopping Avenue masih setia dengan program-program yang kami sajikan. Kami juga berkolaborasi dengan Jakarta Culinary Passport menghadirkan beragam kuliner unik.Dengan penyajian yang berbeda Jakarta Culinary Passport tentu akan menjadi daya tarik bagi pecinta kuliner di Jakarta khususnya pengunjung setia Lotte Shopping Avenue."ujar Ahn Chi Woo selaku General Manager Marketing Lotte Shopping Avenue.

Diskon tidak berhenti sampai di situ, Golf House Bazaar juga mewarnai PAYDAY kali ini dengan diskon hingga 80% diikuti brand ternama seperti Adidas, Nike, Mizuno dan lainnya sampai pertengahan September mendatang. Kemudian Bazaar Semarak Merah Putih pun mewarnai program kali ini, dapatkan diskon hingga 70% untuk produk sepatu dan tas dari brand Melissa, Hush Puppies, Clarks dan lain-lain yang digelar sampai akhir Agustus ini.

Jangan lupa mampir di tenant baru Lotte Shopping Avenue yakni restoran Korea Redsun di lantai 3.

Sedangkan bagi pecinta golf, ada kabar gembiradengan tersedianya Simulator Virtual Golf Club yakni bermain Golf didalam ruangan, teknologi ini menjadi suatu keharusan bagi setiap pecinta golf yang ingin meningkatkan Handicap ke tingkat yang lebih baik. Pengunjung bisa menikmati Simulator Virtual Golf Club ini di lantai 5.

Selasa, 23 Agustus 2016

Lily Yulianti Penggerak Sastra Indonesia Jarak Jauh dari Australia

Lily Yulianti Penggerak Sastra Indonesia Jarak Jauh dari Australia
Rabu 24 Aug 2016

Sumber:http://www.detik.com/
NewsBreaking21-Memulai profesi sebagai wartawan, Lily Yulianti asal Makassar, Sulawesi Selatan, baru saja menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Melbourne. Sekarang dikenal juga sebagai penulis, dan penggerak kegiatan sastra, Lily baru-baru ini terpilih untuk mendapatkan penghargaan Leadership Award dari Universitas Melbourne, atas kontribusinya di bidang pengembangan organisasi dan kemasyarakatan di bidang media dan komunikasi di Indonesia dan Australia.

Selama lima tahun terakhir, walau sibuk menyelesaikan disertasinya di Fakultas Seni dan Budaya di Universitas Melbourne, Lily Yulianti masih juga disibukkan dengan antara lain menyelenggarakan Festival Penulis Internasional Makassar yang sudah diselenggarakan untuk tahun ketujuh.

Lily Yulianti memulai karir bekerja di Harian Kompas di Indonesia, sebelum melanjutkan pendidikan di Melbourne dan bekerja di Radio Australia dan kemudian bergabung Radio NHK.

Berikut perbincangan Lily Yulianti yang sekarang tinggal di Melbourne dengan wartawan ABC Australia Plus Indonesia, Sastra Wijaya.

Selamat dengan penghargaan yang Anda dapatkan dari Universitas Melbourne sebagai lulusan di kategori kepemimpinan? Apakah Anda terkejut mendapatkan penghargaan tersebut?

Ya tentu saja saya terkejut. Saya tahu bahwa Fakultas Seni di Uni Melbourne merupakan salah satu fakultas terbesar di sana, dan saya tahu ada banyak lulusan dari sana yang sudah menjadi orang-orang yang berprestasi. Mereka sudah banyak bekerja dan memberikan kontribusi baik di Australia maupun di tempat lain. Jadi ya, ini merupakan kejutan besar bagi saya.

Anda sudah banyak terlibat dalam berbagai proyek di bidang media dan sastra, misalnya Panyingkul (mengenai citizen journalism), dan Makassar International Writers Festival. Dari mana Anda mendapat inspirasi melakukan berbagai kegiatan ini?

Saya kira ini semua karena latar belakang saya. Saya masih bekerja sebagai wartawan. Saya memulai karir sebagai wartawan dan latar belakang akademis saya adalah studi gender. Jadi kombinasi kedua hal itu yang melatarbelakangi apa yang saya kerjakan selama 25 tahun terakhir.

Ketika saya masih bekerja sebagai wartawan di Indonesia, saya juga terlibat dalam organisasi perempuan, gerakan perempuan. Dalam waktu bersamaan, saya memiliki minat besar dalam sastra, menulis cerita pendek dan lainnya. Proyek seperti Panyingkul sudah mengalami evolusi selama bertahun-tahun perjalanannya.

Saya memulainya dengan beberapa orang, dan kami memperkenalkan model sumbangan tulisan dari luar (user generated content) di tahun 2005. Saya ikut dalam proyek citizen journalism terbesar di dunia, yang dimulai di Korea Selatan di tahun 2003/2004, bernama Omynews.

Saya ikut inisiatif ini ketika saya di Tokyo Jepang saat masih bekerja dengan (Radio) NHK. Saya mendapat inspirasi dari Omynews, mengadopsi modelnya dan memperkenalkan inisiatif ini kepada para penulis lain di kota kelahiran saya Makassar. Banyak orang tertarik dengan hal ini, karena merupakan hal yang baru. Karena sebelumnya, kalau kita ingin menulis di media, kita terlebih dahulu harus bekerja di media bersangkutan sebagai reporter. Namun model ini memberikan kesempatan kepada semua orang untuk belajar dasar jurnalisme dan kemudian menulis.

Bagaimana dengan keterlibatan Anda di Makassar International Writers Festival (MIWF)?

Saya masih ingat festival ini dimulai di tahun 2011. Kami mengundang 7 penulis internasional dan 12 penulis nasional, dan kami melakukan perjalanan ke daerah pantai Makasar untuk memperkenalkan para penulis kepada mereka yang tinggal di daerah pinggir pantai.

Festival ini unik karena kami membawa para penulis ini bertemu dengan masyarakat. Biasanya festival dilangsungkan dimana penulis akan membacakan karya mereka, kita akan mengundang pengunjung untuk berinteraksi dengan mereka.

Kami mempertahankan konsep yang unik ini. Kami mengundang sejumlah kecil penulis untuk datang ke Makassar setiap tahunnya.

Sekarang festival sudah berlangsung selama enam tahun, dan beberapa penulis mengatakan mereka ingin membawa ide baru ke dalam festival untuk mengadakan lebih banyak kolaborasi. Sekarang tahun ini kami mengundang 60 penulis. Tidak saja penulis yang datang lebih banyak, kami juga sekarang bekerjasama dengan penulis dari Jepang dan Malaysia, untuk membuat proyek kerjasama menterjemahkan karya dan lainnya.


Foto di kegiatanMIWF 2016LilyYulianti (tengah) bersama penulis M.AanMansyur (dua dari kiri) dan produser/sutradara film AADC2, RiriRiza (dua dari kanan) danMiraLesmana (kanan) dan editorGramedia Pustaka Utama,SiscaYunita,(kiri) merayakan terjualnya lebih dari 35.000 copy buku karya M.AanMansyur, Tidak AdaNewYork Hari Ini, yang mencatat penjualan buku puisi paling laris sepanjang sejarah di Indonesia. Foto KoleksiRumata'Artspace/MIWF
Dalam pengalaman Anda, apakah pada awalnya susah untuk mendorong para penulis muda untuk berkontribusi dalam kegiatan ini?

Kalau berbicara mengenai penulis yang diundang menghadiri Festival Penulis Makasar, sejauh ini saya tidak mengalami masalah.

Saya kira masalah sulit ketika kita menyelenggarakan sebuah festival adalah kita harus menerjemahkan semua ide di kepala kita dengan pertimbangan anggaran, kita harus mencari sponsor, mitra untuk berkolaborasi.

Karena saya mempersiapkan festival ini keitka saya sedang melanjutkan pendidikan dan sekarang tinggal di Melbourne, saya melihat semuanya lewat kaca mata berbeda dibandingkan pekerja lain yang berada di Makassar.

Kepuasaan terbesar apa yang Anda dapatkan dari keterlibatan dengan berbagai proyek ini?

Proyek Panyingkul adalah proyek yang berjalan selama lima tahun dan sekarang sudah selesai. Sekarang sudah ada alumninya, karena kami memberikan beasiswa untuk 7 orang citizen reporter setiap tahunnya, selama proyek ini berlangsung.

Mereka sekarang hidup di masyarakat dengan berbagai kegiatan masing-masing, ada yang bekerja, atau punya bisnis sendiri, namun juga masih melakukan kegiatan menulis.

Kepuasan terbesar adalah mengetahui bahwa ada begitu banyak orang yang sebenarnya ingin membantu kegiatan yang kami lakukan.

Lewat Festival Penulis Internasional Makassar dan Rumata Art Space, saya sekarang bangga sebagai orang yang selalu ingin bekerja sama dengan orang-orang yang berasal dari kota kelahiran saya Makassar.

Saya sekarang sudah punya jaringan, saya sudah mengenal banyak orang di sana, bukan sekedar kenal. Sebagai orang yang tinggal jauh dari kota kelahiran, sering kali kalau kita pulang, yang kita lakukan adalah bertemu keluarga dan teman-teman dari masa kecil dan pembicaraan biasanya bersifat nostalgia mengenang masa lalu.

Sekarang dengan jaringan yang sudah ada, saya bertemu dengan mereka yang pernah menjalin kerjasama pembicaraan tidak lagi bersifat menoleh ke belakang. Kami berbicara mengenai apa proyek berikutnya, apa yang akan kita lakukan lagi, hal-hal seperti itu.

Di Rumata Art Space Proyek, kami sudah bekerjasama dengan ratusan anak-anak muda, mereka adalah relawan. Di proyek ini kami bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri Indonesia yang setiap tahunnya menyelenggarakan program belajar bagi 12 siswa dari 12 negara untuk belajar bahasa Indonesia.

Rumata Art Space menjadi mitra lokal di Makasar bagi pembuat film muda asal Indonesia Timur. Tentu saja ada Festival Penulis Internasional Makassar. jadi setiap kali saya kembali ke Makassar, saya selalu merasa mendapat energi baru, semangat untuk bisa berinteraksi dengan anak-anak muda di sana. Memberikan sesuatu kembali untuk kota kelahiran kita selalu membuat saya merasa bangga dengan apa yang saya lakukan.

Anda baru saja kembali dari menyelenggarakan Makassar International Writers Festival, bagaimana perkembangannya sejauh ini?

Perkembangannya bagus sekali. Dari sisi jumlah yang hadir, meningkat. Tahun ini sekitar 8 ribu orang hadir. Tahun ini kami memperkenalkan tema baru "Baca' sehingga makin banyak orang yang bisa merasakan dan mengetahui betapa pentingnya kebiasaan membaca bagi kita semua, apa tantangan yang kita hadapi, apa yang akan bisa kita capai bila kita bekerjasama. Salah satu kegiatan yang berkesan adalah Pustaka Bergerak Indonesia.

Kami memulai dengan Perahu Pustaka (Library Boat) di tahun 2015. Pada awalnya adalah inisiatif kecil dimana ada seorang teman yang memiliki perahu. Jadi dia meminta sumbangan buku, dan dengan perahu tersebut membawa buku-buku ke masyarakat yang tinggal di Sulawesi Barat, ke pulau-pulau kecil dan kawasan pantai.

Mereka membawa perahu berisi pengetahuan (buku) yang menurut saya adalah ide yang bagus sekali. Perpustakaan Berjalan saya kira adalah konsep yang bagus untuk Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Bila kita membangun perpustakaan dan mengharapkan anak-anak muda untuk mendatangi perpustakaan, mungkin hasilnya tidak akan luar biasa. Jadi kita harus membuat perpustakaan ini berjalan, mendekati warga, khususnya anak-anak dan keluarga di pulau-pulau terpencil yang akan menyambut baik. Jadi saya mengundang mereka untuk hadir di festival dan memperkenalkan mereka ke pengunjung. Media lokal dan internasional yang datang ke Makassar kemudian memberitakan inisiatif ini.

Saya hampir kehilangan kata-kata ketika melihat bahwa inisiatif kecil ini memiliki dampak besar. Kita ternyata sebagai warga biasa bisa berarti banyak ketika satu atau dua buku yang kita sumbangkan bila membuat perbedaan besar bagi anak-anak yang tinggal di pulau terpencil.

Secara pribadi, bagaimana Anda melihat ke masa depan, setelah Anda menyelesaikan PhD?

Saya sekarang terlibat dalam dua proyek penterjemahan yang keduanya merupakan proyek besar. yang pertama buku yang diterbitkan di Jerman dan edisi bahasa Inggrisnya diterbitkan tahun lalu. Ini proyek pribadi saya.

Yang kedua adalah buku mengenai hubungan antara Indonesia dan Australia, buku yang bercerita mengenai para lulusan Indonesia setelah mereka menyelesaikan pendidikan di Australia. Juga dalam waktu bersamaan, saya ingin menyelesaikan novel pertama saya.

Jadi tahun ini saya ingin agar itu selesai. jadi sekarang terlibat dalam dua proyek penterjemahan dan penulisan novel. Tesis saya adalah mengenai gender, media dan politik. Saya juga bermaksud menerbitkan manuskrip dari tesis saya tersebut di Indonesia.

Anda bekerja dengan kata-kata. Itu adalah alat. Apakah Anda melihat sekarang tulisan sudah kehilangan kekuatannya dengan sosial media semakin berpengaruh dalam cara kita semua berkomunikasi ?

Saya adalah pengguna aktif sosial media dan selalu melakukan eksperimen dengan sosial media. Di MIWF 2016 kami menjalin kerjasama resmi dengan Twitter Indonesia (Twitter adalah salah satu sponsor utama) untuk memperkenalkan #puitwit : kompetisi online dimana kami meminta netizens membuat puisi menggunakan Twitter.

Kompetisi dilangsungkan selama festival, dan setiap hari dua penyair terkenal Indonesia Joko Pinurbo dan M. Aan Mansyur memilih lima #puitwit terbaik dan di malam penutupan, kami mengumumkan pemenangnya.

Eksperimen ini mendekatkan orang pada kegiatan menulis puisi. Di tahun 2012, dengan tim, kami juga memperkenalkan #LiTWEETrature dimana kami memulai pembicaraan online mengenai buku, kebiasaan membaca, cara menulis dan laporan langsung dari kegiatan festival, dan live tweet yang kami siarkan di panggung setiap malam.

Di tahun 2015, kami meluncurkan kompetisi membaca sekeluarga di Facebook selama festival, dimana keluarga-keluarga muda bercerita mengenai kegiatan membaca di dalam keluarga, ditambah dengan kajian pendek mengenai buku apa yang mereka baca.

Anda sekarang tinggal di Australia. Anda sudah terlibat dalam beberapa proyek di Australia, apakah Anda memiliki proyek yang sama di Australia?

Di Australia saya terlibat dalam hubungan antara Indonesia dan Australia di bidang seni dan budaya. Saya sedang membantu Australia Indonesia Center dalam proyek bernama ReelOzId, saya juga adalah salah satu anggota tim pengawas dalam proyek AIC kompetisi film pendek. Tahun depan, saya mengorganisir perjalanan ke Australia bagi para penenun tradisional Indonesia.

Sabtu, 20 Agustus 2016

3.500 Peserta akan Ramaikan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba

3.500 Peserta akan Ramaikan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba
Minggu, 21 Agustus 2016 


Sumber:http://medan.tribunnews.com/
NewsBreaking21-Lebih dari 3.500 peserta akan meramaikan "Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba" di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara pada Minggu (21/8/2016). Peserta karnaval yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dari Aceh hingga Papua akan menampilkan berbagai kesenian.
“Sampai hari ini sudah mendaftar 3.500 dengan KTP. Ini dinamis sekali terutama dari provinsi. Per hari ini yang resmi mendaftarkan ke kami dan memberikan jadwal penerbangan mereka ada 19 provinsi,” jelas Koordinator Bidang Karnaval di acara “Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba”, Jay Wijayanto saat jumpa pers di Tiga Raja, Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (19/8/2016) malam.

Ia mengatakan, 3.500 peserta tersebut akan berjalan sepanjang 3,5 kilometer dari titik start hingga titik akhir. Adapun titik start karnaval akan dimulai di Soposurung menuju Simpang Sibulele di Balige.
“Jumlah itu di luar keamanan, di luar penonton. Karnavalnya hanya satu di darat saja. Yang akan ditampilkan adalah parade tari, musik, dan pakaian adat. Selain itu tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba juga akan ikut,” tambahnya.

Dari siaran pers Kementerian Pariwisata yang diterima KompasTravel, salah satu keunikan karnaval ini, akan ada Tari Penyambutan Tortor Somba yang dipersembahkan Yayasan Pusuk Bukit. Di festival ini, Monsak akan dipersembahkan Yayasan Pusuk Bukit dengan koordinator Sorimangaraja.
Monsak adalah sebutan Batak Toba untuk pencak silat atau seni bela diri khas Toba yang akan diiringi repertoar tetabuhan musik gondang. Ulubalang dari Perguruan Naga Sakti, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo, dan Kabupaten Pakpak Bharat juga bakal ikut meramaikan karnaval.

Dari daftar peserta yang KompasTravel terima, provinsi yang mengikuti karnaval adalah Aceh, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Papua Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Beragam acara akan berlangsung dari tanggal 20-21 Agustus 2016 seperti karnaval budaya, parade perahu hias, pertunjukan konser musik, pesona tarian kontemporer, penampilan opera Batak, dan kuliner rakyat.
Tahun 2015 perayaan HUT RI dipusatkan di Pontianak, Kalimantan Barat yang dimeriahkan dengan Karnaval Khatulistiwa. Dalam Karnaval Khatulistiwa, lebih dari 4.000 peserta dari 24 provinsi serta dari Malaysia dan Brunei pawai dari rumah betang, rumah khas suku Dayak, menuju Sungai Kapuas. Pawai pun dilaksanakan di Sungai Kapuas dengan 300 kapal hias.

Saat ini Danau Toba sedang bergiat memenuhi target 11,4 juta wisatawan pada tahun 2016. Berbagai acara pariwisata gencar dilakukan seperti Toba Ultra Marathon hingga International Jazz Samosir.(*)

Mengenal Indonesia Melalui Jazz Gunung Bromo 2016

Mengenal Indonesia Melalui Jazz Gunung Bromo 2016
Sabtu 20 Aug 2016


Sumber:http://www.detik.com/
NewsBreaking21-Indonesia memiliki beragam kesenian yang menimbulkan decak kagum dari bangsa lain. Banyaknya kesenian Indonesia yang populer di mancanegara tersebut berkat gencarnya promosi yang dilakukan.

Jazz Gunung, salah satu bagian dari kesenian, termasuk yang aktif dipromosikan. Jazz Gunung merupakan bentuk apresiasi terhadap musik jazz etnik Indonesia. Acara yang digelar sejak 2008 ini menampilkan perpaduan musik etnik Indonesia dengan musik modern. Berkat gencarnya promosi, pergelaran musik jazz yang diselenggarakan tiap tahun ini berhasil menarik perhatian para pemusik dan penggemar musik di dalam negeri dan mancanegara.

Pemilihan nuansa gunung sebagai tempat penyelenggaraan dipilih untuk memanjakan para penikmat musik jazz dengan pemandangan indah pegunungan disertai alunan musik.

Jazz Gunung Bromo kembali digelar untuk kedelapan kalinya di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dimulai sejak Jumat kemarin (19/8) hingga hari Sabtu ini (20/8).

Ian Scionti Trio (Spanyol), Samba Sunda, Ring of Fire Project Gt. Bonita dan Richard Hutapea, Ermy Kullit, Shaggy Dog, Nial Djuliarso, Trio Ft. Arief Setiadi, Peni Chandra Rini, The Groove, dan Dwiki Dharmawan Project akan tampil di Jazz Gunung Bromo kali ini.

Pergelaran Jazz Gunung Bromo 2016 mendapat dukungan dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia ini berkomitmen mendukung pergelaran musik jazz demi mempromosikan potensi industri kreatif Indonesia. Dukungan BCA terhadap kegiatan Jazz Gunung Bromo merupakan implementasi bank ini dalam menjalankan Corporate Social Responsibility (CSR), yang masuk dalam program pilar Solusi Sinergi Bakti BCA.

Direktur BCA Santoso mengatakan, BCA tidak ingin dipandang sebagai penggerak mesin ekonomi saja, namun juga ingin dikenal dengan sebagai bank yang mendukung dunia musik, khususnya yang bergenre jazz di tanah air.

"Kami tidak mau dipersepsikan sebagai mesin ekonomi saja. Kami besar di indonesia dan kami juga harus mendukung Indonesia, khususnya di sisi pariwisata dan seni musik. Melalui jazz gunung ini kami memberikan support terhadap budaya, dan kami melihat jazz Indonesia sudah mengglobal dengan kekhasannya," ujar Santoso dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis (11/8).

Santoso berharap musik etnik Indonesia mendapat tempat di panggung internasional.

"Kami juga ingin jazz gunung ini menjadi satu ciri khas yang kuat dalam mengenal khasanah budaya Indonesia yang bercorak internasional. Atas dasar ini BCA terus memberikan dukungan," ucap Santoso.

Dalam kesempatan yang sama salah seorang penggagas Jazz Gunung Bromo, Sigit Pramono, mengungkapkan, ia yakin pada tahun ini Jazz Gunung Bromo menampilkan suguhan yang lebih menarik. Juga semakin membuat nyaman penonton.

"Jazz Gunung ini terus berkembang dan dikenal di negara lain. Bahkan pemain jazz dari Perancis ingin tampil di Jazz Gunung," kata Santoso.

Menurut Sigit, dari tahun ke tahun Jazz Gunung terus menarik banyak pengunjung. Meskipun begitu dia tetap membatasi kuota penonton, yakni 2.000 orang.

Sementara itu penggagas Jazz Gunung lainnya, Butet Kartaredjasa, mengatakan, ia senang sekali BCA dan pihak lainnya konsisten mendukung Jazz Gunung Bromo, sehingga acara ini selalu hadir setiap tahunnya.

"Pokoknya suasana disana asyik. Semua bisa mengenal Indonesia melalui Jazz Gunung ini," cetus Santoso.

Jazz Gunung bermisi untuk meningkatkan perekonomian dan kepariwisataan Indonesia, khususnya bagi masyarakat di daerah Bromo, selaras dengan visi BCA sebagai bank pilihan utama andalan masyarakat.

Rabu, 10 Agustus 2016

Calon Haji Kloter III Labusel Tiba di Asrama Haji

Calon Haji Kloter III Labusel Tiba di Asrama Haji
Rabu, 10 Agustus 2016


Sumber:http://medan.tribunnews.com/
NewsBreaking21-Jamaah Calon Haji (calhaj) kelompok terbang III asal Labuhanbatu Selatan (Labusel) embarkasi Medan tiba di Asrama Haji Medan, Jalan Abdul Haris Nasution Pangkalan Masyhur, Rabu (10/8/2016), sekitar pukul 14.15 WIB.

Satu per satu jamaah turun dari 10 bus pariwisata yang membawa jamaah calhaj yang dikawal oleh mobil patroli kepolisian. Calhaj Labusel terlihat hadir dengan seragam batik corak hijau. Selanjutnya mereka dikumpulkan di Aula King Abdul Aziz untuk istirihat sekaligus diberi imbauan oleh panitia penyelenggara haji.
Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Imam Mukhair mengatakan jamaah Calhaj kloter III asal Labusel embarkasi Medan berjumlah 388 orang ditambah lima orang petugas.

"Ada 388 orang yang tiba di Asrama Haji Medan ditambah lima petugas seperti kloter lain sebelumnya. Nantinya mereka sebelum keberangkatan akan melaksanakan cek kesehatan, pembinaan yang diberikan panita haji sampai menunggu keberangkatan esok harinya," ucap Imam
Calhaj dari Labusel, Jarosna, mengatakan, dirinya baru pertama kali menunaikan ibadah haji ini dan berharap nantinya tetap sehat setibanya di Tanah Suci.

"Semoga keberangkatan saya ini benar-benar ridho Allah," ucapnya.
Beberapa calhaj Labusel terpaksa dibantu dengan kursi roda mulai sejak berangkat dari Labusel. Beberapa di antaranya dibawa ke ruang cek medis yang berada di sisi kanan gedung Madinah Al Munawarah.

Selasa, 09 Agustus 2016

Semarang Jadi Pilihan Tempat untuk Bulan Madu Kedua

Semarang Jadi Pilihan Tempat untuk Bulan Madu Kedua
Senin,  8 Agustus 2016



Sumber:http://www.sindonews.com/
NewsBreaking21-Bulan madu menjadi momen tak terlupakan bersama pasangan. Kegiatan ini pun kerap dilakukan sejumlah suami istri selama beberapa kali. Tidak hanya untuk melepas kepenatan rutinitas harian dan mengenang indahnya bulan madu, tapi juga untuk mempererat hubungan dengan pasangan.

Nah, jika Anda juga ingin kembali berbulan madu, Semarang bisa menjadi pilihan yang tepat. Berikut ulasannya yang dikutip dari Mister Aladin.
1. Wisata alam yang masih sepi pengunjung
Semarang memiliki banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi bersama pasangan, seperti wisata alam yang masih sepi pengunjung. Umbul Sidomukti salah satunya. Terdapat kolam renang 4 tingkat di atas bukit. Anda bisa berenang bersama pasangan di atas bukit sambil menikmati pemandangan indah.


2. Sepi dari wisatawan
Sebagai kota transit sebelum melanjutkan ke Yogyakarta dan Borobudur, membuat Semarang sepi dari wisatawan. Artinya, Anda bersama pasangan bisa leluasa mengunjungi tempat wisata.



3. Wisata bersejarah
Mengunjungi tempat-tempat bersejarah bisa membuat Anda bersama pasangan lebih menghargai waktu. Banyak pilihan tempat bersejarah yang menarik di Kota Semarang. Beberapa yang wajib dikunjungi adalah Lawang Sewu, Kota Lama, Masjid Agung Jawa Tengah, Klenteng Sam Poo kong, dan kawasan Simpang Lima.



4. Kuliner lezat
Ada berbagai kuliner lezat di kota ini, khususnya masakan Jawa seperti Ayam Penyet dan Tempe Penyet. Ada juga restoran yang sudah berdiri dari zaman kolonial hingga sekarang yang masih menyajikan es krim khas tempo doeloe, yaitu Toko Oen.



5. Alam yang indah dan romantis
Secara geografis, Semarang dikelilingi bentang alam yang indah. Anda pun cukup pergi ke pinggiran kota untuk melihat lanskap yang alami dan romantis.


Minggu, 07 Agustus 2016

Toba Gran Fondo 2016, Acara Touring Sepeda Seru di Danau Toba

Toba Gran Fondo 2016, Acara Touring Sepeda Seru di Danau Toba
Minggu, 07/08/2016




Sumber:http://www.detik.com/
NewsBreaking21-Ada banyak event wisata di bulan Agustus 2016 ini. Salah satunya, Toba Gran Fondo yang merupakan ajang touring sepeda jarak jauh mengitasi Danau Toba di Sumut.

Dari rilis Kementerian Pariwisata yang diterima detikTravel, Minggu (7/8/2016) Toba Gran Fondo 2016 akan digelar pada 20-21 Agustus mendatang. Para peserta akan digiring mengelilingi Danau Toba, danau kaldera terbesar di Asia Tenggara yang telah menyita perhatian dunia.

Di event ini, traveler akan bersepeda sambil berwisata sekaligus. Akan ada rute sejauh 200 km di ketinggian 1.000 mdpl yang siap dijelajahi. Setiap orang boleh ikut Toba Gran Fondo, karena terbuka untuk segala usia dan senua jenis road bike, serta turis mancanegara juga bisa ambil bagian.

Di hari pertama Toba Gran Fondo 2016, para peserta akan dihadapkan pada medan yang menantang. Dari mulai kawasan kota tua, medan jalan yang berkelok-­kelok hingga tanjakan yang memicu adrenaline, semua bakal diterabas di hari pertama. Hari berikutnya, para peserta akan dimanjakan dengan pemandangan luar biasa. Nuansa perbukitan dengan banyak pepohonan dan perkebunan nan hijau terhampar sejauh mata memandang dipastikan siap menyapa. Endingnya, view eksotis dari panorama Danau Toba.

Danau Toba pun merupakan satu dari 10 destinasi priortias Kementerian Pariwisata. Artinya akan digarap secara serius, untuk menjadikan Danau Toba sebagai destinasi tujuan nomor satu turis dunia.

"Mengapa Danau Toba dijadikan salah satu dari 10 top destinasi prioritas? Karena keindahan alamnya sendiri sudah berkelas dunia," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya. (aff/aff)